Langsung ke konten utama

Wijining Ngelmu Makrifat


WIJINING ILMU MAKRIFAT

''SEJATINE ORA ONO OPO-OPO,AWIT DUK MAKSIH AWANG-UWUNG DURUNG ANA SAWIJI-WIJI,KANG ANA DHINGIN IKU INGSUN,ORA ANA PANGERAN ANGING INGSUN,SAJATINE DAT KANG AMAHA SUCI,ANGLIPUTI ING SIPATING-SUN,ANARTANI ING ASMANING-SUN,AMRATANHANI ING APNGALING-SUN''


Menggah dununging makaten:Ingkang angandhika sajating dzat kang Amaha Sucipunika,inggih gesang kita pribadi,sayekti katitipan rahsaning Dzat kang Maha Agung,angkliputi ing sipat punika,inggih rupa kita pribadi,sayekti kaimbuhan warnaning Dzat Kang Elok.Anartani Asma punika inggih nama kita pribadi,sayekti kaaken sesebutaning Dzat kang Wisesa.Amrantandhani apngal punika,inggih solah bawa kita pribadi,sayekti anelakaken pakartining Dzat kang Sampurna.Mila babasanipun wahananing Dzat punika anyamadani sipat,sipat punika anartani asma,asma punika amratandhani apngal,apngal punika dadaos warananing Dzat.

Dene Dzat anggenipun amyamadi sipat punika,upami kadi madu lawan manisipun,yekti boten kenging kapisahna.Dene sipat anggenipun anartani Asma punika,upami dadi paesan ingkang angilo lawan wewayanganipun,yekti solah-bawanipun ingkang angilo wawayangan wau tumut kemawon,dene apngal anggenipun dados wahananing dzat,upami kadi samudra lawan ombakipun,yekti wahananing ombak manut sarehing samodra.





Komentar

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan PESAN dan KESAN sahabat setelah membaca Artikel ini >>
1. LINK AKTIF tidak diperbolehkan di komentar ini.
2. Mari berbagi, berdiskusi dengan berkomentar yang efektif dan membangun
3. Berkomentar hari ini, maka hari itu juga saya akan berkunjung ke Blog sahabat

Postingan populer dari blog ini

Nafsu Birahi Anggota Dewan

Banyak Kondom Bekas di Gedung DPR Wajah para sekretaris anggota DPR RI yang cantik-cantik dan seksi itu boleh memerah karena skandal seks antara anggota dewan dengan para sekretarisnya yang dilakukan secara kilat di toilet-toilet gedung DPR RI mulai tercium khalayak luas. Kebobrokan moral anggota dewan dan sekretarisnya dilakukan tanpa lagi malu-malu. Setelah lampiaskan napsu, seenaknya mereka buang begitu saja bekas bungkus pelindung (kondom) di tempat sampah toilet. Bagi anggota dewan dan sekretarisnya, skandal seks di toilet DPR kelihatannya jauh lebih aman dan nyaman dibanding diluar sana yang resiko gegernya lebih besar. Bagaimana tidak akan menjadi geger. Kamera wartawan ada dimana-mana, sementara sebagai wakil rakyat, wajah mereka begitu mudah dikenali. Salah langkah sedikit saja bisa jadi konsumsi berita publik yang berakibat dipecat karena pelanggaran etika. Maka seks kilat di area gedung DPR menjadi pilihan paling aman. Beberapa lokasi di area gedung DPR RI situasi...

Nafsu Birahi Anak Sekolah

Nafsu Birahi Anak Sekolah (Edukasi) Bila esok itu ada.. tetaplah kau disana.. dihari hari yang kujalani nanti. agar sepertinya kisah ini bukan seperti pelangi.. indah sesaat lalu pergi lagi… Namun setelah saat itu keindahannya tak kutemukan lagi kita semua tahu tak ada badai yang harus di halau,,, tak ada lubang yang harus tertutupi tak ada kekosongan yang harus di isi,,,  Semua sudah jelas tak ada lagi bait-bait yang meski du untai dalam sebuah kisah karena kau, aku dia tahu semua telah berakhir…. Source Ok sahabat, terimakasih sebelumnya sudah mampir di Kradenan . Dengan aktifitas yang sangat padat saya ' admin   berupaya untuk meluangkan sedikit waktunya untuk berbagi. Kali ini mungkin agak berbeda dengan apa yang sebelumnya pernah  ' admin   postingkan. Sudah merupakan bukan rahasia umum lagi dengan kisah-kisah yang tak tabu lagi, yang banyak dialami saudara-saudara di sekitar kita. Tulisan ini diawali dengan kis...

Filsafat Huruf Jawa (Hanacaraka)

Makna dan Filsafat Huruf Jawa Ha-Na-Ca-Ra-Ka  berarti ada ” utusan ” yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia ( sebagai ciptaan).• Da-Ta-Sa-Wa-La  berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data ” saatnya ( dipanggil ) ” tidak boleh sawala ” mengelak ” manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan. Pa-Dha-Ja-Ya-Nya  berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Ilahi) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Maksdunya padha ” sama ” atau sesuai, jumbuh, cocok ” tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu ” menang, unggul ” sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan ” sekedar menang ” atau menang tidak sportif.• Ma-Ga-Ba-Tha-Nga  berarti menerima segala yan...