Searching...

muchimin

Orang Jawa yang dikenal sebagai masyarakat berbudaya tinggi hendaknya kembali membangun citra. Etos kerja masyarakat Jawa, yakni sepi ing pamrih dan rame ing gawe merupakan dasar bagi manusia untuk memperindah dan menghias dunia, atau sering disebut Memayu Hayuning Bawono.

Sikap memayu hayuning bawono ini berarti memberikan kontribusi menyelamatkan dunia. "Sikap sepi ing pamrih merupakan kombinasi suatu kemantapan hati yang tenang, kebebasan dari kekhawatiran diri, dan kerelaan diri untuk membatasi diri pada peran di dunia yang telah ditentukan,"

Untuk bisa mencapai sepi ing pamrih, manusia harus eling (ingat), waspada, pracaya (mempercayakan diri pada Yang Illahi), dan mituhu (percaya kepadaNya). Hal itu berjalan seiring dengan rame ing gawe, yaitu suatu sikap memenuhi kewajiban dengan tenang dan setia.


Primbon Jowo

Primbon 


Arti Primbon adalah semacam perhitungan dan ramalan orang jawa. Jadi ini seperti zodiak/ramalan bintang di luar negeri. Walaupun ada juga yang mengatakan bahwa primbon itu bukan ramalan melainkan sebuah pengetahuan jawa. 
Dan ramalan primbon ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Bahkan sampai sekarang pun masih banyak yang mempercayainya (Terbukti dengan iklan SMS primbon yang marak di TV).

Primbon biasanya membicarakan tentang watak manusia dan hewan berdasarkan ciri fisik, perhitungan mengenai tempat tinggal (Mirip Seperi ilmu feng sui), baik buruknya waktu kegiatan seperti upacara perkawinan, pindah rumah, acara sesajen dsb.

Dan juga ramalan primbon yang bersifat gaib seperti mimpi. Misal kalau anda bermimpi ketemu ular maka hari esok akan sial. Primbon seperti ini kayaknya bagus deh bagi kamu-kamu yang sering main togel.


reff :  http://blogbintang.com/arti-primbon




Di negeri tirai bambu ( Cina ) kita mengenal istilah Feng Shui, yaitu ilmu Cina kuno. Di Indonesia hususnya sebagian orang jawa, siapa yang tidak kenal dengan namanya primbon. Primbon merupakan undang-undang atau kitab penganut ilmu jawa kuno. Mulai dari watak, rizki, jodoh, mimpi, ilmu pengobatan, bahkan ramalan mengenai mati seseorang bisa di prediksi dengan perhitungan yang berpedoman pada pasal-pasal kitab primbon tersebut. Kepercayaan terhadap primbon begitu kental dan mendarah daging hingga sampai saat ini kita yang hidup di dunia modern masih terbawa oleh ramalan-ramalan dalam kitab tersebut. Di lain sisi, sebenarnya primbon juga di percayai oleh suku-suku selain etnis jawa. Baik itu Sunda, Banjar, atau Dayak akan tetapi beda nama dan versinya saja. 

Semua ramalan kejadian dan peristiwa yang ada di primbon, diciptakan agar para penganutnya lebih mawas diri, berhati-hati dalam mengambil langkah di setiap perjalanan hidupnya. Semua ini oleh para orang tua ( khususnya sebagian masyarakat jawa ) betul-betul di amalkan dan tak bisa hilang begitu saja dari lubuk hati, biar sudah memeluk agama tertentu atau di landa modernisasi.

Mengenai rizki, menurut primbon manusia di lahirkan di bumi sudah menyandang derajat dan pangkat sendiri-sendiri. Bukan karena giat bekerja atau kepandaian yang dimiliki si jabang bayi tersebut. Melainkan semua itu bisa di lihat dari hari lahir, dan perhitungannya adalah sebagai berikut,

  • Senin       : 4
  • Selasa     : 3
  • Rabu       : 7
  • Kamis     : 8
  • Jum’at     : 6
  • Sabtu      : 9
  • Minggu    : 5

Hari-hari menurut kalender umum itu, di pasang-pasangkan dengan perhitungan jawa, seperti ;

  • Legi        : 5
  • Pahing    : 9
  • Pon        : 7
  • Wage     : 4
  • Kliwon   : 8

Nah dari sini kita bisa menerka, siapa hari lahirnya paling tinggi. Biasanya orang tersebut memiliki kelebihan di setiap detail yang di lakukannya. Seperti sekolah, bekerja, tutur kata terhadap orang di sekitar atau hal-hal lainnya.
Mungkin di era modern seperti sekarang ini kita akan tertawa mendengarnya bagi yang tidak percaya. Memang tidak percaya, biar di omongi dan di kasih tahu sampai mulut robek ya tetap tidak percaya. Beberapa tahun terakhir muncul di televisi beberapa paranormal sakti. Mereka juga dasar ilmunya dari primbon. Akan tetapi lebih di dalami dan menjalankan setiap aturan-aturannya. Baik dengan puasa, tirakat atau bermacam-macam jenis lainnya. Primbon tak ubahnya sebuah felling. Apa yang akan terjadi setelah kita merasakan sesuatu. Kemudian mengexpor untuk berhati-hati sesudah felling itu muncul di benak kita.

Tentang perjodohan, primbon juga meramalkan akan kebahagiaan rumah tangga dalam suatu ikatan pernikahan. Mulai dari hari kelahiran calon mempelai laki-laki maupun perempuan semua ada perhitungannya. Contohnya saya sendiri, berulang kali gagal menikah gara-gara terkena efek samping dari primbon tersebut. Namanya orang tua, kita tak bisa melawan. Dengan besar hati saya harus bisa menerima semua itu dengan lapang dada.

Kemajuan teknologi membuat orang semakin tidak percaya akan adanya primbon. Disamping teknologi, agamapun menolak akan kehadiran primbon. Karena akan membawa manusia kedalam sifat syirik yang berujung pada kesesatan. Kalau saya pribadi, hanya bisa mengagumi pemikiran-pemikiran yang menggagas akan hadirnya primbon tersebut. Bagaimana tidak, mulai dari nol sampai sembilan semua bisa diramalkan. Kadang kalau di fikir-fikir secara mendalam memang ramalan tersebut bisa menjadi kenyataan. Yah, namanya ramalan hanya sekedar ramalan. Percaya atau tidak percaya, tingkat pemikiran anda semua yang bisa menjawabnya.



reff : http://filsafat.kompasiana.com/2011/08/07/primbon-dan-segala-jenis-pemikirannya/



Popular post