Searching...


muchimin

Orang Jawa yang dikenal sebagai masyarakat berbudaya tinggi hendaknya kembali membangun citra. Etos kerja masyarakat Jawa, yakni sepi ing pamrih dan rame ing gawe merupakan dasar bagi manusia untuk memperindah dan menghias dunia, atau sering disebut Memayu Hayuning Bawono.
Sikap memayu hayuning bawono ini berarti memberikan kontribusi menyelamatkan dunia. "Sikap sepi ing pamrih merupakan kombinasi suatu kemantapan hati yang tenang, kebebasan dari kekhawatiran diri, dan kerelaan diri untuk membatasi diri pada peran di dunia yang telah ditentukan,"
Untuk bisa mencapai sepi ing pamrih, manusia harus eling (ingat), waspada, pracaya (mempercayakan diri pada Yang Illahi), dan mituhu (percaya kepadaNya). Hal itu berjalan seiring dengan rame ing gawe, yaitu suatu sikap memenuhi kewajiban dengan tenang dan setia.

5 Januari 2013

Pacaran atau Menikah ?

Sabtu, Januari 05, 2013
Jika memang belum siap sebaiknya jangan buru-buru memutuskan untuk menikah. Ingat, keputusan yang dibuat terburu-buru bisa berujung penyesalan

Pengen nikah tapi pacar belum siap?


Banyak pasangan yang bingung harus naik pelaminan di tahun ini atau menundanya kembali karena salah satu pihak masih ragu padahal usia sudah terbilang siap menikah. Bila Anda sedang di posisi tersebut, ada solusi yang diberikan oleh Rosdiana Setyaningrum, seorang psikolog klinis anak dan dewasa.


Apa solusinya? Psikolog dengan sapaan akrab Diana ini menjelaskan, pernikahan tidak berdasarkan ukuran umur tapi tergantung kesiapan Anda dan pasangan. Jika memang belum siap sebaiknya jangan buru-buru memutuskan untuk menikah. Ingat, keputusan yang dibuat terburu-buru bisa berujung penyesalan.


"Kalau menurut saya sebenarnya nikah itu nggak ada ukuran umur lho, tapi memang kesiapan kita dan kita menemukan orang yang cocok atau nggak, itu saja," tutur Diana yang ditemui wolipop usai workshop kampus bulan Desember kemarin di Universitas Indonesia, Depok.


Diana menambahkan, jangan memaksakan diri jika memang tidak memiliki keserasian satu sama lain. Jangan sampai menyesal setelah menikah karena pernikahan bukanlah persoalan yang sederhana. Bahkan bila dilihat dari kebanyakan pasangan menikah, lebih banyak rintangannya daripada kebahagiaan setelah menjadi suami-istri.


"Nikah tuh banyak banget tantangannya, hambatannya, mungkin kalau ditimbang-timbang nanya sama orang yang sudah menikah, kesenangan sama hambatan malah banyak hambatannya," ujar wanita lulusan Psikologi Universitas Indonesia itu.


Maka dari itu, menikah harus dari keyakinan diri sendiri bukan karena diharuskan atau faktor umur. Sebaiknya Anda menikah jika sudah siap lahir-batin bersama pasangan agar pernikahan berjalan harmonis. Bila masih ragu dengan pasangan meskipun usia sudah mengharuskan untuk menikah, alangkah baiknya mempertimbangkannya kembali demi masa depan kalian berdua.


"Kalau pacaran kan happy-happy terus gitu, kalau nikah nggak. Jangan pernah kita nikah karena disuruh, umur, kita nikah karena sudah siap. Kalau masih ragu mendingan jangan deh," tandas Diana.


(Baca juga artikel Jika Mantan Kekasih Menghubungi Anda )

.sumber


Album Foto Peting-Kradenan:

Bagikan artikel:






Pacaran atau Menikah ?
Judul :Pacaran atau Menikah ?
Deskripsi : waktu ideal untuk menikah, saat tepat untuk menikah, pengen nikah tapi pacar gak siap, artikel lengkap tentang cinta dan pasangan hidup, cara memilih pacar yang baik, cara mencari pacar idaman, cara memilih pasangan impian, menghadapi putus cinta dan mantan kekasih, belajar iklas, gaun pengantin terbaru, gaun pengantin 2013, adat pernikahan jawa
Rating : 5.0 stars based on 910 reviews
Silahkan bagikan artikel tentang Pacaran atau Menikah ? ini kepada teman-teman anda dengan meng-KLIK tombol dibawah ini. Jangan Lupa berikan komentar anda !, komentar anda akan sangat membatu untuk kemajuan dan kelangsungan blog ini Terimakasih !
DMCA.com Protection Status
  • ARTIKEL TERKAIT
  • KOMENTAR BLOGGER 1
  • KOMENTAR FACEBOOK
  • DONASI

1 comments:

Silahkan Tinggalkan PESAN dan KESAN sahabat setelah membaca Artikel ini >>
1. LINK AKTIF tidak diperbolehkan di komentar ini.
2. Mari berbagi, berdiskusi dengan berkomentar yang efektif dan membangun
3. Berkomentar hari ini, maka hari itu juga saya akan berkunjung ke Blog sahabat



Filsafah Jika seseorang hidup dengan lurus dan benar, meskipun ia mencari nafkah dengan susah payah, merawat kehidupan keluarganya dengan sederhana, dan ia masih tetap menyisihkan sebagian hartanya, yang sangat terbatas itu untuk ia danakan, maka, kemurahan hatinya sungguh jauh lebih besar, dari pada seribu pengorbanan yang lain. Donasi anda sangat membantu dalam pengembangan Blog ini Terimakasih No. Rek BRI : 723901000238502 - M. Muchimin
Apakah artikel dalam blog ini akurat dan dapat dipertanggung jawabkan?
Mohon maaf, blog merupakan sarana untuk bertukar informasi, bertukar opini dan bahkan sarana untuk menulis buku harian.
Saya tak menjamin keakuratan informasi dalam blog ini karena sebagian artikel merupakan pendapat saya pribadi, pengalaman saya dan hal-hal lain yang tak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Hendaknya anda jangan menjadikan blog ini sebagai acuan sumber informasi akurat anda, blog ini berisi artikel yang berupa opini yang belum tentu kebenarannya.