Searching...


muchimin

Orang Jawa yang dikenal sebagai masyarakat berbudaya tinggi hendaknya kembali membangun citra. Etos kerja masyarakat Jawa, yakni sepi ing pamrih dan rame ing gawe merupakan dasar bagi manusia untuk memperindah dan menghias dunia, atau sering disebut Memayu Hayuning Bawono.
Sikap memayu hayuning bawono ini berarti memberikan kontribusi menyelamatkan dunia. "Sikap sepi ing pamrih merupakan kombinasi suatu kemantapan hati yang tenang, kebebasan dari kekhawatiran diri, dan kerelaan diri untuk membatasi diri pada peran di dunia yang telah ditentukan,"
Untuk bisa mencapai sepi ing pamrih, manusia harus eling (ingat), waspada, pracaya (mempercayakan diri pada Yang Illahi), dan mituhu (percaya kepadaNya). Hal itu berjalan seiring dengan rame ing gawe, yaitu suatu sikap memenuhi kewajiban dengan tenang dan setia.

22 Mei 2012

Biografi Imam Hanafi

Selasa, Mei 22, 2012

Imam Abu Hanifah

Imam Abu Hanifah yang dikenal dengan dengan sebutan Imam Hanafi bernama asli Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit Al Kufi, lahir di Irak pada tahun 80 Hijriah (699 M), pada masa kekhalifahan Bani Umayyah Abdul Malik bin Marwan. Beliau digelari Abu Hanifah (suci dan lurus) karena kesungguhannya dalam beribadah sejak masa kecilnya, berakhlak mulia serta menjauhi perbuatan dosa dan keji. dan mazhab fiqhinya dinamakan Mazhab Hanafi. 

Gelar ini merupakan berkah dari doa Ali bin Abi Thalib r.a, dimana suatu saat ayahnya (Tsabit) diajak oleh kakeknya (Zauti) untuk berziarah ke kediaman Ali r.a yang saat itu sedang menetap di Kufa akibat pertikaian politik yang mengguncang ummat islam pada saat itu, Ali r.a mendoakan agar keturunan Tsabit kelak akan menjadi orang orang yang utama di zamannya, dan doa itu pun terkabul dengan hadirnya Imam hanafi, namun tak lama kemudian ayahnya meninggal dunia.

Pada masa remajanya, dengan segala kecemerlangan otaknya Imam Hanafi telah menunjukkan kecintaannya kepada ilmu pengetahuan, terutama yang berkaitan dengan hukum islam, kendati beliau anak seorang saudagar kaya namun beliau sangat menjauhi hidup yang bermewah mewah, begitu pun setelah beliau menjadi seorang pedagang yang sukses, hartanya lebih banyak didermakan ketimbang untuk kepentingan sendiri.

Disamping kesungguhannya dalam menuntut ilmu fiqh, beliau juga mendalami ilmu tafsir, hadis, bahasa arab dan ilmu hikmah, yang telah mengantarkannya sebagai ahli fiqh, dan keahliannya itu diakui oleh ulama ulama di zamannya, seperti Imam hammad bin Abi Sulaiman yang mempercayakannya untuk memberi fatwa dan pelajaran fiqh kepada murid muridnya. Keahliannya tersebut bahkan dipuji oleh Imam Syafi’i ” Abu Hanifah adalah bapak dan pemuka seluruh ulama fiqh “. 

Karena kepeduliannya yang sangat besar terhadap hukum islam, Imam Hanafi kemudian mendirikan sebuah lembaga yang di dalamnya berkecimpung para ahli fiqh untuk bermusyawarah tentang hukum hukum islam serta menetapkan hukum hukumnya dalam bentuk tulisan sebagai perundang undangan dan beliau sendiri yang mengetuai lembaga tersebut. Jumlah hukum yang telah disusun oleh lembaga tersebut berkisar 83 ribu, 38 ribu diantaranya berkaitan dengan urusan agama dan 45 ribu lainnya mengenai urusan dunia.

Metode yang digunakan dalam menetapkan hukum (istinbat) berdasarkan pada tujuh hal pokok :
1. Al Quran sebagai sumber dari segala sumber hukum.


2. Sunnah Rasul sebagai penjelasan terhadap hal hal yang global yang ada dalam Al Quran.


3. Fatwa sahabat (Aqwal Assahabah) karena mereka semua menyaksikan turunnya ayat dan mengetahui asbab nuzulnya serta asbabul khurujnya hadis dan para perawinya. Sedangkan fatwa para tabiin tidak memiliki kedudukan sebagaimana fatwa sahabat.


4. Qiyas (Analogi) yang digunakan apabila tidak ada nash yang sharih dalam Al Quran, Hadis maupun Aqwal Asshabah.


5. Istihsan yaitu keluar atau menyimpang dari keharusan logika menuju hukum lain yang menyalahinya dikarenakan tidak tepatnya Qiyas atau Qiyas tersebut berlawanan dengan Nash.


6. Ijma’ yaitu kesepakatan para mujtahid dalam suatu kasus hukum pada suatu masa tertentu.


7. ‘Urf yaitu adat kebiasaan orang muslim dalam suatu masalah tertentu yang tidak ada nashnya dalam Al Quran, Sunnah dan belum ada prakteknya pada masa sahabat.

Karya besar yang ditinggalkan oleh Imam hanafi yaitu Fiqh Akhbar, Al ‘Alim Walmutam dan Musnad Fiqh Akhbar.


Album Foto Peting-Kradenan:

Bagikan artikel:






Biografi Imam Hanafi
Judul :Biografi Imam Hanafi
Deskripsi : Imam Hanafi bernama asli Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit Al Kufi, lahir di Irak pada tahun 80 Hijriah (699 M), pada masa kekhalifahan Bani Umayyah Abdul Malik bin Marwan. Beliau digelari Abu Hanifah (suci dan lurus) karena kesungguhannya dalam beribadah sejak masa kecilnya, berakhlak mulia serta menjauhi perbuatan dosa dan keji. dan mazhab fiqhinya dinamakan Mazhab Hanafi.
Rating : 5.0 stars based on 910 reviews
Silahkan bagikan artikel tentang Biografi Imam Hanafi ini kepada teman-teman anda dengan meng-KLIK tombol dibawah ini. Jangan Lupa berikan komentar anda !, komentar anda akan sangat membatu untuk kemajuan dan kelangsungan blog ini Terimakasih !
DMCA.com Protection Status
  • ARTIKEL TERKAIT
  • KOMENTAR BLOGGER 1
  • KOMENTAR FACEBOOK
  • DONASI

1 comments:

Silahkan Tinggalkan PESAN dan KESAN sahabat setelah membaca Artikel ini >>
1. LINK AKTIF tidak diperbolehkan di komentar ini.
2. Mari berbagi, berdiskusi dengan berkomentar yang efektif dan membangun
3. Berkomentar hari ini, maka hari itu juga saya akan berkunjung ke Blog sahabat



Filsafah Jika seseorang hidup dengan lurus dan benar, meskipun ia mencari nafkah dengan susah payah, merawat kehidupan keluarganya dengan sederhana, dan ia masih tetap menyisihkan sebagian hartanya, yang sangat terbatas itu untuk ia danakan, maka, kemurahan hatinya sungguh jauh lebih besar, dari pada seribu pengorbanan yang lain. Donasi anda sangat membantu dalam pengembangan Blog ini Terimakasih No. Rek BRI : 723901000238502 - M. Muchimin
Apakah artikel dalam blog ini akurat dan dapat dipertanggung jawabkan?
Mohon maaf, blog merupakan sarana untuk bertukar informasi, bertukar opini dan bahkan sarana untuk menulis buku harian.
Saya tak menjamin keakuratan informasi dalam blog ini karena sebagian artikel merupakan pendapat saya pribadi, pengalaman saya dan hal-hal lain yang tak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Hendaknya anda jangan menjadikan blog ini sebagai acuan sumber informasi akurat anda, blog ini berisi artikel yang berupa opini yang belum tentu kebenarannya.